Tampilkan posting dengan label news. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label news. Tampilkan semua posting

Presiden PKS Luhfi Hasan Dibawa Penyidik KPK

Presiden PKS Luhfi Hasan Dibawa Penyidik KPK - Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek impor daging, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membawa Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, dari kantor DPP PKS.

Dari pantauan VIVAnews, Luthfi Hasan dibawa penyidik sekitar pukul 23.35 WIB, tidak lama setelah DPP PKS menggelar jumpa pers di kantor mereka di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, terkait kasus ini.

Sebelum dibawa, delapan penyidik melakukan pembicaraan dengan sejumlah pengurus Partai PKS. Setelah berselang 15 menit, dengan diapit dua penyidik Luthfi Hasan digiring keluar melalui pintu belakang kantor DPP PKS.

Luthfi langsung dibawa naik ke dalam mobil Toyota Kijang Innova hitam B 1031 UFS. Meski wartawan terus mendesak agar Luthfi memberikan keterangan, Presiden PKS itu tidak mau berkomentar. Dia hanya tersenyum saat sejumlah pertanyaan diajukan kepada dirinya.

Luthfi duduk di kursi tengan masih dengan diapit dua penyidik. Mobil yang membawa Luthfi berisi lima orang penyidik. Sementara penyidik lain naik mobil Toyota Kijang Innova di depan mobil yang membawa Luthfi serta salah satu penyidik adalah Kompol Novel Baswedan.

Ops Zebra 2012, Tercatat 29.128 Pelanggaran Lalin di Sumut

Operasi Zebra Toba 2012, Tercatat 29.128 Pelanggaran Lalin di Sumut

Kepolisian Daerah Sumatera Utara mencatat terjadi 29.128 kasus pelanggaran lalu lintas dijajaran wilayahnya. Jumlah pelanggaran sebanyak itu terjadi hingga Sabtu (8/12/2012) atau hari ke sebelas pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2012.

"Sejak 28 November 2012 sampai 8 Desember 2012, Operasi Zebra Toba 2012, pelanggaran lalu lintas sebanyak 29.128," ujar Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan via selularnya, Minggu (9/12/2012).

Dari jumlah pelanggaran itu, sebanyak 12.815 dilakukan tilang (tindakan langsung), sedangkan 14.519 pelanggaran hanya diberi teguran oleh petugas dilapangan.

Untuk, korban kecelakaan lalu lintas terdata 125 kasus. Dengan perincian, korban meninggal dunia 46 orang, luka berat 58 orang dan luka ringan 147 orang.

Mirisnya, kerugian material diakibatkan berbagai kecelakaan lalu lintas yang terjadi itu nilainya sudah mencapai Rp 325.870.000,-.

Diingatkan Nainggolan, pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2012 masih akan berlangsung hingga 11 Desember mendatang.

Briptu Eka Frestya, Polwan Yang Hobi Balapan

Briptu Eka Frestya, Polwan Yang Hobi Balapan

Wajah Briptu Eka Frestya pasti sudah familiar? Hampir setiap pagi, siang atau sore wajah Polwan cantik ini langganan nongol di layar kaca melaporkan kondisi lalu lintas di beberapa kota besar melalui National Traffic Management System (NTMC) Polri.

Lulusan Sekolah Polisi Wanita angkatan 33 ini menyukai tantangan. Tidak heran kelahiran Juli 1988 ini mengaku begitu terkesan saat dinas di satuan narkoba. "Di satuan narkoba banyak tantangannya. Lebih memacu adrenalin," ucap Polwan mesra dipanggil Briptu Eka.

Sebab di satuan narkoba ini penyamaran, penangkapan sampai pada penyelesaian masalah harus dilakukan. Pengalaman dan pembelajaran yang memang begitu berharga.

Di balik wajahnya yang cantik, Polwan kece ini juga gemar olahraga yang memacu adrenalin. Diam-diam polisi yang juga pernah dinas di Polres Bandara Soekarno-Hatta ini gemar balap.

"Saya melaksanakan tugas sama seperti hobi. Jadi nggak bosan. Sedangkan hobi yang penting bisa menyalurkan, itu pun dengan izin atasan," lanjut polisi yang gabung di Gazpoll Racing Team ini.

Mendapat tugas sebagai presenter televisi yang memberikan laporan kondisi lalu lintas merupakan dunia baru. Nggak hanya buat Briptu Eka tetapi juga buat Polri. Sebab generasi sebelum Briptu Eka, belum ada presenter dari kepolisian. Sehingga untuk bisa tampil prima di depan layar, Briptu Eka perlu banyak belajar sendiri. "Nggak ada yang dicontoh dari polisi sebelumnya," tambahnya.

Briptu Eka sebenarnya bertugas di Dirlantas Polda Metro Jaya (PMJ). Sedangkan di NTMC hanya bertugas sesuai dengan jadwal siaran. "Untuk satu tim di NTMC bergantian siaran," tegasnya.

Tugas yang diemban Briptu Eka memang berat. Harapannya, dengan tampil di televisi bisa mendekatkan kepolisian dengan masyarakat terutama pengguna jalan raya. Masyarakat lebih mudah menerima informasi yang diberikan langsung dari kepolisian melalui media massa. "Tidak hanya melalui televisi tetapi juga bisa lewat siaran radio," ungkapnya.

Selain melalui siaran radio dan televisi, Briptu Eka yang kesehariannya berdinas di PMJ juga langsung berhubungan dengan masyarakat. "Pelayanan kepada masyarakat langsung dalam pengurusan SIM dan STNK," katanya tegas.

Ia berharap berbagai kemajuan dan perubahan di Kepolisian yang melibatkan dirinya bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus juga mengubah wajah kepolisian menjadi lebih humanis dengan 3 S-nya, yakni senyum, sapa, dan salam. Juga dengan tindakan represif, yaitu tindakan tilang buat pelanggar lalu lintas.

Briptu Eka Ternyata Ketagihan Balap Mobil

Briptu Eka Ternyata Ketagihan Balap Mobil

Kecantikan Briptu Eka Frestya kerap menjadi sorotan publik, khususnya kaum pria. Namun di balik parasnya yang elok, wanita ini ternyata mempunyai hobi yang ekstrem. Salah satunya balap mobil.

Ketika ditemui di National Traffic Management Center(NTMC) Polri beberapa hari yang lalu, Eka menceritakan kesenangannya saat melakoni hobi tersebut. Eka mengaku kalau dia langsung ketagihan setelah mencoba balapan menggunakan mobil temannya. Kegiatan balap ini juga baru dijalani selama satu tahun.

"Aku punya teman pada ngomongin balap, terus aku pengen, ya sudah balapan pakai mobilnya dia, sekali coba langsung ketagihan," cerita polisi wanita (polwan) yang kini bertugas di Ditlantas Polda Metro Jaya itu.

Meskipun senang menjalani hobi balap mobil, Eka tidak pernah balapan di luar sirkuit. Menurut Eka, daripada balapan tidak jelas, lebih baik mengikuti balap yang resmi saja seperti di Sentul.

"Aku dari pertama balapan di Sentul nggak pernah ke luar dari sirkuit, balap liar dong kalau di luar sirkuit," ujar Eka seraya tersenyum.

Wanita lulusan Universitas Attahiriah, Tebet, Jakarta Selatan itu berusaha terus belajar teknik mengendarai mobil saat sedang menjalani pertandingan di dalam sirkuit. Selama satu tahun ini, Eka sudah mengikuti empat seri dan masih belajar agar kemampuan balapnya lebih baik lagi. Dia juga didampingi oleh satu rekan wanitanya yang berdinas di Bareskrim.

Namun ternyata, hobi ekstrem polisi sekaligus presenter cantik yang sering melaporkan kondisi lalu lintas dari NTMC ini tidak hanya balap saja. Eka juga senang naik gunung. Kecintaannya terhadap alam sudah dia jalani sejak masih SMA.

"Saya suka naik gunung waktu SMA, hiking, climbing, terakhir pernah ke Semeru, setelah jadi polisi nggak ada waktunya," tutur Eka. Wanita kelahiran 15 Juli 1988 ini melihat bahwa alam itu sungguh menakjubkan. Dia pun belajar hidup susah dan harus prihatin selama naik gunung bersama teman-temannya.

Selain balap dan hiking, Eka juga menyukai permainan air, seperti jetski dan diving. Dia pernah mendapatkan kesempatan bertualang bersama teman-teman polwan untuk diving.

"Kebetulan waktu itu dari kantor di data siapa yang suka diving, jadi kita diving bareng. Jadi, polwan-polwan ada delapan orang pas sampai di dalam suruh fotonya sambil hormat," ungkap Eka sambil tertawa.

Eka memang menyukai kegiatan yang menantang. Menurutnya, olahraga yang bisa memacu adrenalin itu membuat hidup dia lebih berwarna. "Kalau yang datar-datar saja kayaknya hidup flat banget," ujarnya diakhir percakapannya.