Tampilkan posting dengan label nasional. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label nasional. Tampilkan semua posting

Resep dan Cara Membuat Es Selendang Mayang

Resep dan Cara Membuat Es Selendang Mayang
Ketika cuaca sedang panas, hal pertama yang terpikirkan oleh kebanyakan orang tentu saja adalah menikmati minuman dingin segar yang bisa menghilangkan rasa dahaga. Terlebih lagi jika anda bertempat tinggal di kota Jakarta, yang sudah terkenal dengan udaranya yang panas.

Namun tidak perlu khawatir, karena ada salah satu minuman khas betawi yang bisa membantu anda menghilangkan dahaga, yakni es selendang mayang. Resep Es Selendang Mayang sudah terkenal sejak dahulu dan menjadi minuman khas Betawi yang terkenal karena rasanya yang enak dan segar. Yang menjadi ciri khas dari minuman segar ini adalah rasa daun pandan dan tekstur lembut dari adonan yang menghiasi minuman es selendang mayang ini.

Untuk anda yang gemar dengan minuman dingin dan segar, jangan sampai ketinggalan dengan minuman es selendang mayang ini. Namun untuk anda yang bertempat tinggal diluar kota Jakarta dan sekitarnya, tidak perlu pergi jauh-jauh ke Jakarta untuk menikmati es selendang mayang. Sebab anda juga bisa membuatnya sendiri dirumah dengan mengikuti resep dan cara membuat minuman es selendang mayang yang rasanya segar dan disajikan dengan es serut.

Seperti pada kesempatan kali ini, kami akan membantu anda meracik es selendang mayang sendiri dirumah dengan mengikuti beberapa langkah, seperti di bawah ini:

Bahan-bahan:

  • 1000 ml air
  • 2 lembar daun pandan, ikat
  • 125 gr tepung hunkwe
  • 75 gr tepung beras
  • 1/4 sdt vanili bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 25 ml air daun suji dari 25 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan
  • 2 tetes pewarna makanan berwarna hijau tua
  • 3 tetes pewarna makanan berwarna merah
  • 800 gr es serut
Bahan Saus Es Selendang Mayang:
  • 150 ml air
  • 200 gr gula merah
  • 1 lembar daun pandan
Bahan Kuah Santan:
  • 600 ml santan
  • 2 lembar daun pandan
  • 1/2 sdt garam
Cara Membuat Es Selendang Mayang:
  1. Rebus air bersama daun pandan, tepung hunkwe, tepung beras, vanili bubuk dan garam sambil diaduk hingga meletup-letup.
  2. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Satu bagian ditambah pewarna merah, aduk rata. Satu bagian ditambahn air suji dan pewarna hijau, aduk rata. Sedangkan satu bagian lagi biarkan putih.
  3. Tuang adonan hijau ke dalam loyang yang telah dioles dengan minyak, ratakan dan tunggu beberapa saat. Lalu tuang adonan putih diatasnya, ratakan dan tunggu beberapa saat. Kemudian tuang lagi adonan merah di atasnya.
  4. Dinginkan di lemari pendingin.Setelah dingin dan padat secara keseluruhan lalu potong berbentuk jajar genjang 2 cm.
  5. Kemudian buat saus dengan merebus air, gula merah, daun pandan dan pewarna merah sambil diaduk hingga mendidih. Lalu saring dan dinginkan.
  6. Kemudian buat kuah santan dengan merebus santan, daun pandan dan garam sambil diaduk hingga mendidih. Lalu angkat dan dinginkan.
Selendang mayangpun dapat disajikan bersama es serut, kinca dan kuah santan.

Resep dan Cara Membuat Es Selendang Mayang

Anda bisa menikmati Resep Minuman es selendang mayang kapan saja anda inginkan sesuai dengan selera anda. Semoga informasi Resep Minuman Dingin dan Segar seperti diatas dapat bermanfaat bagi anda semua.

Biodata dan Profil Lengkap Kiki Coboy Junior "Artis Indonesia"

Biodata dan Profil Lengkap Kiki Coboy Junior "Artis Indonesia"

* Nama Lengkap: Teuku Rizky Muhammad
* Nama Panggilan: Rizky atau Kiki
* Tempat / Tanggal Lahir: Pamulang, 4 Januari 1998
* Zodiak: Capricorn
* Agama: Islam
* Sekolah: SMP Negeri 4 Tangerang Selatan
* Cita-cita: Ingi Jadi Penyanyi
* Twitter: @TeukuRyzki
* Hobi: Bermain Drum, Gitar, dan Game
* Idola: The Beatles
* Pengalaman: Pemain Musikal Laskar Pelangi, film 5 Elang, Juara 1 AFI Junior 2008, Juara 1 Asia Choir Games kategori Youth Jazz, Juara 1 lomba nyanyi solo Purwacaraka
* Posisi: The leader , Vokalis utama , Penari

Kunci Utama Keberhasilan Dengan Belajar

Kunci Utama Keberhasilan dengan Belajar - Keberhasilan tidak akan tercapai dengan mudah, tanpa adanya proses belajar, kerja keras, dan saling membantu. Belajar merupakan salah satu kunci pokok meraih sebuah keberhasilan.

Dalam hal ini belajar bukan semata mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi kita juga harus dituntut belajar menghargai orang lain, dan juga yang paling sulit adalah belajar menghargai diri sendiri. Karena bagaimana pun juga musuh terbesar dalam hidup adalah diri kita sendiri.

Jangan sampai kita kalah oleh diri kita sendiri. Sebagai mana telah diungkapkan dalam keterangan bahwa belajar adalah kewajiban seorang insan dari mulai lahir sampai akhir hayatnya. Manusia diciptakan dalam keadaan bersih. Jadi kalau tidak belajar menjaga kebersihan, maka sebersih apapun asal mula suatu benda, tidak akan bertahan lama kalau si pemilik tidak mampu mempelajari hal yang berhubungan dengan kebersihan.

Maka dari itu segala sesuatu harus dimulai dengan belajar. Tidak ada hal yang bisa kita perbuat tanpa dipelajari di awalnya. Keberhasilan yang kita capai tidak akan terlaksana kalau kita malas belajar. Jadi untuk meraih keberhasilan kunci utamanya adalah belajar dan terus belajar.

Biodata dan Profil Lengkap Ki Hajar Dewantara "Pahlawan Indonesia"

Biodata dan Profil Lengkap Ki Hajar Dewantara "Pahlawan Indonesia" - Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut.

Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi:

"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.

Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun".

Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka.

Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.

Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman.

Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte. Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.

Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut.

Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu, pada zaman Pendudukan Jepang, kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur.

Setelah zaman kemedekaan, Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana.

Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa, didirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.

Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).

Bocoran Harga BlackBerry 10 di Indonesia

Bocoran Harga BlackBerry 10 di Indonesia - Sejumlah operator yang menjadi mitra Research in Motion di Indonesia juga tengah bersiap menyambut kedatangan platform dan handset terbaru BlackBerry 10 yang akan diluncurkan dalam beberapa jam lagi. Berapa harganya dan kapan hadir di Indonesia? Ini dia bocorannya!

Oleh operator seluler Telkomsel, handset BlackBerry 10 London yang akan mereka bundling untuk pengguna prabayar dan pascabayar akan dibanderol dengan kisaran harga Rp 6,9 juta.

"Harganya sekitaran Samsung Galaxy S3 dulu saat pertama kali diluncurkan di Indonesia," ungkap Arief Pradetya, Division Head, Device Bundling & Customization Strategy Telkomsel, pada detikINET, Rabu (30/1/2013).

Tak disebutkan berapa unit yang akan disediakan Telkomsel untuk bundling karena mereka menyerahkan pasokannya kepada mitra distributor seperti TAM, SCM, dan Comtech.

"Untuk device yang pertama nggak signifikan jumlahnya. Sederhananya mungkin Telkomsel berharap mendapat at least 50% dari semua BB10 yang terdistribusi di Indonesia," tukasnya.

Selain Telkomsel, operator seluler lain yang juga mengaku siap meluncurkan bundling perangkat terbaru BlackBerry 10 ini adalah XL Axiata.

"Kami siap meluncurkan BlackBerry 10. Sepertinya Maret akan dipasarkan," ungkap Direktur Marketing XL, Joy Wahjudi.

Untuk tahap awal, XL menyatakan kesiapannya untuk menjual sekitar 20 ribu unit BlackBerry 10 karena animo masyarakat terhadap produk itu dinilai lumayan tinggi.

"Kalau bicara target penjualan untuk BlackBerry itu, tinggal kasih saja ke kita, banyak yang mau. Sepertinya 20 ribu unit untuk tahap pertama rasional," terang Joy.

XL sendiri telah menggandeng tiga distributor untuk menjual bundling BlackBerry 10, yakni Erajaya Swasembada, Trikomsel Oke, dan SCM.

"Saat ini ada sekitar 3,2 juta pengguna BlackBerry di jaringan XL. Pengguna data kita naik terus karena kualitas jaringan terus ditingkatkan," katanya.

Sementara Indosat juga sama menanti kehadiran BlackBerry 10. Terlebih menurut Erik Meijer, Director & Chief Commercial Officer Indosat, handset terbaru RIM ini juga akan mendukung jaringan 3G di 900 MHz selain di 2,1 GHz.

Namun sayangnya Indosat belum mau mengungkap jumlah pasokan unit yang akan dibundling beserta bocoran harganya. Yang pasti, Erik sempat menilai, kehadiran BlackBerry 10 ini akan ditunggu pengguna layaknya iPhone 5 beberapa waktu lalu.(detik.com)

Biodata dan Profil Lengkap Soekarno "Presiden Indonesia"

Biodata dan Profil Lengkap Soekarno "Presiden Indonesia" - Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi".